« Tak Terlihat Tapi Berkilauan | Main | Crisis in my Day?..hmm...no no no »

September 13, 2007

Maaf mama, maaf ayah...Sari belum Bisa

12 September 07 (di hari Ultah kakakku)

Sore itu Kak Desi menggedor-gedor kamar mandi, ya Allah..feeling ku benar..ada gempa. Kami berlarian ke luar rumah (syukurlah ku telah selesai mandi), sepi...dua rumah sebelah kontrakan itu sedang ditinggali penghuninya. Berdua menyebut asma Allah, dan pikiran ku saat itu hanya ada di dua tempat, tempat orang2 yang ku cinta bermukim...Padang atau Aceh?

Masih dalam guncangan, ku berlari ke kamar mengambil handphone. Ada 3 panggilan tak terjawab dari Aceh...ya Allah, dadaku makin berdegup kencang. Dengan ponsel yg lain ku menghubungi Padang, ga' bisa masuk. Perasaan mulas di perut telah terasa...ya Allah, tolong selamatkan mereka. Alhamdulliah panggilan masuk dari Aceh datang lagi, dengan nada sapaan biasa, kaget mendengar kepanikanku..."di sana gempa?" "engga", jawabnya datar. "berarti di padang" jawab ku pelan". serta merta diapun panik, dan tangan ku yang lain tetap menguhubungi nomor manapun yang bisa menerima kepanikanku.

"Assalamu'alaikum...ya nak" jawab ayah tenang.

"gempa yah?" pertanyaanku to the point.

"iyo...tapi mama jo ayah lah kalua..dak baa doh...jan cameh lo sari" (iya, tapi mama dan ayah udah keluar, jangan cemas pula sari) ayah tetap tenang.

"kareh yah?" ku mulai tenang meskipun bumi dibawahku masih terasa bergetar...

"iyo...tapi dak ba a doo..badoa se yo nak..." suara itu makin menenangkan.

ya... itulah Ayahku...setiap terjadi gempa di padang (tiga kali diantaranya gempa hebat), selalu bersikap tenang, tak pernah tergesa2...melindungi keluarganya dan masyarakat sekitarnya.

Ku teringat saat gempa April 2005 di padang yang diperkirakan potensi tsunami...bersama-sama tetangga tidur di teras rumahku, setiap gempa, bangun dan keluar halaman...ayah selalu meneriakkan "menjauh dari tiang listrik" dan ups aliran listrik mati...masih dalam guncangan kuat, dengan tenang ayah masuk rumah mencari lampu emergency, tak peduli kami cemas, yang penting ayah melakukan sesuatu..sangat melindungi.

Dan saat ini, ayah hanya tinggal dengan mama...aku yakin mama akan sangat aman bersama ayah. Tapi setelah menutup telpon, ku melihat wajah kak Desi yang tak bisa menyembunyikan kecemasannya...otomatis aku kembali panik. Nekat masuk rumah menyetel televisi, dan langsung peringatan Tsunami yang muncul. Meskipun pusat gempa di Bengkulu, tapi pesisir barat Sumatra juga lokasi rumahku. Apalagi jarak rumahku hanya 200 meter di pantai Pasie nan Tigo.

Kembali ku telpon mama, dengan tenang mendengarkan kepanikanku..."berdoa ya naak". hanya dengan kalimat itu...aku terdiam, kepanikanku ga' akan membantu mereka...kekuatan doa lah yang akan melindungi semua yang kucinta.

Azan magrib berkumandang...sebelum berwudhu ku tersentak...Bengkulu, kampung pipit (one of my bestfriends in Collage). Sudah taukah dia? auditor EY ini pasti masih asyik di kantornya. Saat ku telpon ternyata benar..."hai saiii"...teriak histerisnya padaku..yak benar..dia belum tau...setelah ku ceritakan, suara pipit berubah...paniknya tak kalah denganku tadi...telpon ditutup karna dia hendak menghubungi ibunya. "Tapi pit...sai belum sempat bilang berpotensi tsunami..." lirihku pelan sambil mendengar suara tuut...tuuut...tuut.

Maaf pit kalo sai yang jarang telpon pipit, malah sekali nelpon bikin panik...syukurlah keluarga pit aman di sana.

45534_1 Hingga saat ini, MetroTV online ga' lepas dari pantauanku. Setiap gempa yg kurasakan di Pekanbaru, ku menghubungi Padang. Mendengar suara saja kusudah lega...meskipun mama dan ayah selalu bilang "sari tenang aja"...maaf ma, yah...sari belum bisa...ingin sekali rasanya berada disana...bersama berzikir dan berdo'a dengan mama dan ayah...tapi sari ga' kuasa ma...yang pasti doa ini akan selalu kumohonkan padaNya. orang tuaku tersayang...juga akan disayang Allah, insyaAllah akan berada dalam lindungan-Nya. amin

                            

Comments

Sedih t baco blog Sai yang iko. we experienced the same thing. kalut, panik, stres,,,etc masi aja T alami. mudah2an Allah melindungi kota kita, melindungi orang2 yang kita sayangi. mudah2an prediksi2 menakutkan yang dilansir berbagai web akhir2 ini tidak akan terjadi. seberapa hebatnya pun yang bikin prediksi gimana pun cuma Allah yang bisa bikin semua terjadi. klo Sai OL buzz T ya, kangen pengen chatting

itriis...amin tris...saipun berharap seperti itu...
sai ingat waktu April 2005 Tris masih di bandung dan membayangkan akan bernasip seperti teman2 T yg dari Aceh kan? sendiri...

InsyaAllah kondisi mulai stabil ya tris...gampo ketek2 ajo lai...meskipun kantor mama n ayah masih darurat di lantai 1 aja :)
and insyaAllah rencana T november berjalan lancar...amin ;)

sari emang rumahnyo di pasie nan tigo dimaa nyo? soalnyo azwar dulu pernah tingga disitu

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .