Masih melewati jalan yang sama...pagi ini...sejuk dan dingin sisa hujan subuh masih mewarnai cakrawala di lapangan olah raga pe ce er. Tanah lunak di depan guest house yang biasa kulewati semakin membenamkan kaki, membasuh sandal motif ikan yang kubawa (secara sepatu ditinggal dibawah meja kampus), bahkan menciprati celana wangiku yang baru keluar lemari...
Ruangan itu juga sangat sepi, berdua kak desi membuka pintu dan menghidupkan suasananya. Padahal udah telat 15 menit, tetap sepi. Mungkin sebagian teman benar-benar memanfaatkan waktu libur mahasiswa untuk datang not on the time. Tapi aku? ga' sarapan dan belum ada yg mau diurus...ga' mungkin menelatkan diri :)
Menduduki kursi yang telah 2 tahun lebih ini ku tempati, mungkin dia bosan, bahkan keberatan menopangku (setiap tahun beratkyu bertambah:))...aku lebih sering menghimpitnya, hanya saat mengajar, sarapan/makan siang dan meeting saja dia ku tinggalkan. Jam istirahatpun kadang masih betah bertahan di bangku ini...
Karena betah ini juga mungkin yang membuatku sering didatangi si bos (mem-bos-kan diri tepatnya) "Mr. you know who", begitu kami biasa menyebutnya. Ruangannya tepat di depan ruangan ini. Dulu...setiap ada hal tentang rekan-rekan kerjaku yang mengganjal di hatinya, akulah yang dijadikannya sasaran empuk karena hanya ada aku diruangan ini. Memarahi mereka, tapi ke mukaku ....sementara yang dimarahi entah dimana posisinya, berada di ruangan lain, atau tak di kampus ini... Nasibku dulu...
Orang bilang karena aku tak bisa melawan...mungkin...
Aku terlalu lunak...memang...
Aku tak tegas...bisa jadi...
Aku terlalu gampang untuk dimanfaatkan...pernah...
Aku baik?...relatif...
jika hati ini memaki...aku bukan orang baik...
tapi jika aku ikhlas dizholimi...mungkin aku juga bukan orang baik...karena ikhlas itu tak bisa diungkapkan...
sebagian bilang...aku bodoh...(kata-kata ini mungkin tak kan mau didengar seseorang)...
Tapi itu dulu...kini beliau agak berubah. Menghampiriku hanya untuk urusan akademis, diskusi mata kuliahnya yg sempat ku asuh 1/2 semester, dan sebgaian besar memuji mahasiswaku...otomatis juga membanggakan Akuntansi. Syukurlah...
Tapi, dari kebijakan...meskipun agak lebih manusiawi...beliau belum bisa dibilang bijaksana (hal yang seharusnya dimiliki seorang leader) menurutku. Semoga tak ada orang yang merasa terdzholimi...semoga...
Semoga keputusan besar tentang perubahan tempat investasi kami pun tidak merugikan siapapun...
Yang penting bagiku...dengan kondisi hari ini...alhamdulillah masih ada ketenangan di sekelilingku. Alhamdulillah atas semua nikmat yang telah diberikanNya. Kesempatan mencintai dan dicintai, membagi ilmu dan memburu ilmu. Semuanya...tak pantas ku merasa kekurangan. Aku hanya miskin ilmu, dan aku yakin dunia menyediakannya, dan dunia akan terus berputar...akan terus berubah...aku yakin Allah ada di sampingku...memberiku petunjuk....Selemah apapun aku di mata seseorang...Aku dan Dia yang paling tau...kalau aku akan bisa bertahan...insyaAllah...
Bismillah...aku akan memulainya hari ini...
Recent Comments