May 13, 2008

Oh....Dunia

Hati ini ingin sekali berbagi...

Tak pantas ku biarkan begitu saja...

Tak tega menolaknya...

Wajarkah ku katakan "tidak" pada semangat yang sedang membara?

Tentu...hatiku akan berkata "jangan"...

Namun, pantaskah ku minta duhai dunia...

Aku lelah...

Hampir tak mampu menilai prioritas utama...

Sejauh ini, kepentingan yang lain, akan selalu mendahului keinginanku...

Yah...aku hanya ingin rehat sejenak....dunia...

                            

April 28, 2008

Satu Pria Dalam Hidupku....Telah Pergi

Selasa, 15 April 2008...telah dua minggu berlalu. Tepat di hari itu...ku mendengar berita duka yang seharusnya membuatku meneteskan air mata. Namun, yang ku rasakan saat itu hanya gemetar...linglung dan aku harus kesana.

Enam jam kemudian, aku telah berada di mesjid Raya Salimpaung Batu Sangkar, tempat beliau disolatkan. Di antara jamaah yang sangat banyak, ku mencari sosok yang paling terluka. Istrinya...menangis...memelukku...sontak membuat semua jamaah menatap kami. Sebagian kembali mengangis...dan saat itulah...air mata yg sedari tadi tertahan,...baru bisa kuhamburkan keluar. Bersamaan dengan dekapan erat nenekku, tangisan harunya di pundakku...dan belaian tangan lemahnya di kepalaku.

"Kakek udah ga' ada naak..." isakan tangis nenek. "Ya nek, Allah sayang sama kakek, kakek ga' dibiarkan sakit lama-lama kan nek?". Hanya itu yang bisa kuucapkan. Ya, hanya lima hari ku degar kabar kakek sakit, itupun lemah karena ga' nafus makan. Semua rahasia Allah, dengan cara apapun, jika sudah saatnya, semua akan kembali pada-Nya.

Terngiang ditelingaku ucapan kakek semalam sebelum beliau pergi. Dia meminta doaku, selalu menanyakan "Kapan sari pulang?", dan yang terakhir beliau bilang, "Do'akan kita bisa ketemu, dan do'akan kakek lancar". Di malam itu, aku telah merasakan pertandanya, air mataku telah habis ku kucurahkan saat mendoakannya. Jika umurnya panjang, ku mohon Allah segera menyembuhkanya, namun jika yang terbaik menurut Allah adalah memanggilnya, aku ikhlas. Dan dipagi Selasa duka itu, aku tak kaget lagi...kata-katanya semalam terbukti...kakek telah pergi...dengan lancar.

Tanpa seorangpun yang menemaninya, seperti tidur pulas. Namun, napasnya telah tiada. Mobil yang seharusnya membawanya ke rumah sakit, justru berbalik membawa keluarganya ke pemakaman. Beliau terkesan tak ingin merepotkan. Seminggu sebelum tiada, rumah nya telah di cat rapi, tanah tempat beliau dimakamkan telah direnovasi, dipagarinya dan di cat ulang. Rumah di kampungpun selesai di catnya. Dan yang pasti...berdua kekasih hatinya...nenekku...sehari sebelumnya mereka sudah saling memaafkan, menangis berdua, dan saling mengikhlaskan. Aku iri...mungkinkah kutemukan kisah cinta seperti ini dalam hidupku? semoga ya Allah...

Kakek pergi dengan senyum. Seperti yang diucapaknnya padaku semalam sebelumnya..."semua tanggung jawab kakek telah selesai". Ya...ku melihat senyum yang tak pernah tampak disaat orang tercantik sekalipun sedang tertidur. Namun senyum itu tersimpul di bibir kakek. Selamat jalan kakek...pesanmu agar selalu ku doakan insyaAllah akan selalu mengisi doaku. Selain ilmumu yang bermanfaat dan sedakah jahiriyah...amal anak cucu mu yang soleh juga akan membawamu ke syurga. Insya Allah...

Kakekku lahir dan pergi di tanggal yang sama, di usianya yang ke 74 tahun. Beliau panutanku dalam hal disiplin...sangat bersih...seutas rambut di lantai akan disingkirkannya. Dan yang pasti...ketegasan dan wibawanya tak akan ada yang menandingi di keluargaku. Bersama didikannya aku besar, dan bersama doanya aku bisa menjadi seperti ini. Saat ini...aku semakin merindukannya.

April 02, 2008

Mendung di hatiku

Mendung...pagi ini hujan deras...di saat banjir sekitar jembatan Leton telah surut dan pengungsi kembali ke rumah masing-masing, mungkin air akan kembali mengenangi rumah mereka, semoga saja tidak lagi...Kasian memang, tapi...tetap saja hujan itu suatu anugrah yang tak sepantasnya kita sesali, dan mendung adalah pertanda akan terjadinya hujan.

Mendung...mendung ini sedang terasa di hatiku. Apakah akan ada hujan, aku tak tahu. Semalam berjuta kenangan merasuki pikiranku...Aku menyesal, tapi terlambat. Aku kecewa, tapi aku bisa apa? dan yang pasti aku sedih...karena aku tak bisa mempertahankannya...

Aku tau banyak perjuangannya, aku tau banyak usahanya...dan mungkin hanya aku yang tau pengorbanna yang telah dilakukannya. Namun, karena ego...dia diperlakukan tidak adil, sementara aku hanya terdiam, gagal mempertahankannya...

Hatiku ingin menangis, kenapa dulu tak ku ungkapkan semua pengorbanan yang telah dilakukannya. Ku pikir semua orang akan berlaku baik padanya, ternyata...tidak kali ini. Aku sedih, disaat memikirkan nasib orang banyak, dia rela mengendarai kendaraan pick-up yg tak pantas untuk dikendarainya. Kami terhambat diperjalanan, diganggu para penjaga pintu...dan diinterogasi seakan-akan kami jahat (meskipun kami tau, itu adalah hiburan utk mereka), namun dia tetap berusaha bagaimana tak merugikan satu orangpun. Dan aku? hanya diam, tak memberitahu siapapun tentang pengorbanannya...

Mungkin juga cuma aku yang tahu, perjuangannya menyelamatkan beberapa orang ... namun sayangnya, justru orang-orang itu yang memperlakukannya tidak sebanding. Tapi aku? aku hanya diam, tak berusaha mempertahankannya.

Aku kecewa pada diriku, aku kecewa pada mereka...dan aku kecewa pada keadaan ini...bisakah mereka bertahan seperti ini? menurutku...semoga kelak tak ada penyesalan...

Untuk saudariku...aku bangga padamu, pada kebesaran hatimu. Semoga yang lebih baik telah menantimu disana...insyaAllah jalan yang sempit dan berlubang ini diberikan Allah agar dirimu lebih tepat menuju tujuan yang diberikanNya. amin, karena jalan besar dan bagus, biasanya banyak dilewati orang,...tapi sering macet (ga' jelas ya?) hehe

Istiqomah ya honey...

Aku akan sangat kehilanganmu...

March 26, 2008

Hari ini...

Hari ini...

Kupikir seseorang telah melupakanku...

Mungkin aku yang salah...

Mungkin aku juga pernah melupakannya...

Tak sengaja melupakannya...

Maaf...

Karena aku adalah makhluk Tuhan yang punya sifat pelupa...

Namun...

Hari ini aku harus bahagia...selalu bahagia...

Terima kasih...untuk hari ini...

....Baru saja...dia ingat...

Hari ini...

^_^

--keringat dingin ini membuatku jadi ga' jelas-- hehe

March 25, 2008

Aku Akan Bisa Bertahan...

Masih melewati jalan yang sama...pagi ini...sejuk dan dingin sisa hujan subuh masih mewarnai cakrawala di lapangan olah raga pe ce er. Tanah lunak di depan guest house yang biasa kulewati semakin membenamkan kaki, membasuh sandal motif ikan yang kubawa (secara sepatu ditinggal dibawah meja kampus), bahkan menciprati celana wangiku yang baru keluar lemari...

Ruangan itu juga sangat sepi, berdua kak desi membuka pintu dan menghidupkan suasananya. Padahal udah telat 15 menit, tetap sepi. Mungkin sebagian teman benar-benar memanfaatkan waktu libur mahasiswa untuk datang not on the time. Tapi aku? ga' sarapan dan belum ada yg mau diurus...ga' mungkin menelatkan diri :)

Menduduki kursi yang telah 2 tahun lebih ini ku tempati, mungkin dia bosan, bahkan keberatan menopangku (setiap tahun beratkyu bertambah:))...aku lebih sering menghimpitnya, hanya saat mengajar, sarapan/makan siang dan meeting saja dia ku tinggalkan. Jam istirahatpun kadang masih betah bertahan di bangku ini...

Karena betah ini juga mungkin yang membuatku sering didatangi si bos (mem-bos-kan diri tepatnya) "Mr. you know who", begitu kami biasa menyebutnya. Ruangannya tepat di depan ruangan ini. Dulu...setiap ada hal tentang rekan-rekan kerjaku yang mengganjal di hatinya, akulah yang dijadikannya sasaran empuk karena hanya ada aku diruangan ini. Memarahi mereka, tapi ke mukaku ....sementara yang dimarahi entah dimana posisinya, berada di ruangan lain, atau tak di kampus ini... Nasibku dulu...

Orang bilang karena aku tak bisa melawan...mungkin...

Aku terlalu lunak...memang...

Aku tak tegas...bisa jadi...

Aku terlalu gampang untuk dimanfaatkan...pernah...

Aku baik?...relatif...

jika hati ini memaki...aku bukan orang baik...

tapi jika aku ikhlas dizholimi...mungkin aku juga bukan orang baik...karena ikhlas itu tak bisa diungkapkan...

sebagian bilang...aku bodoh...(kata-kata ini mungkin tak kan mau didengar seseorang)...

Tapi itu dulu...kini beliau agak berubah. Menghampiriku hanya untuk urusan akademis, diskusi mata kuliahnya yg sempat ku asuh 1/2 semester, dan sebgaian besar memuji mahasiswaku...otomatis juga membanggakan Akuntansi. Syukurlah...

Tapi, dari kebijakan...meskipun agak lebih manusiawi...beliau belum bisa dibilang bijaksana (hal yang seharusnya dimiliki seorang leader) menurutku. Semoga tak ada orang yang merasa terdzholimi...semoga...

Semoga keputusan besar tentang perubahan tempat investasi kami pun tidak merugikan siapapun...

Yang penting bagiku...dengan kondisi hari ini...alhamdulillah masih ada ketenangan di sekelilingku. Alhamdulillah atas semua nikmat yang telah diberikanNya. Kesempatan mencintai dan dicintai, membagi ilmu dan memburu ilmu. Semuanya...tak pantas ku merasa kekurangan. Aku hanya miskin ilmu, dan aku yakin dunia menyediakannya, dan dunia akan terus berputar...akan terus berubah...aku yakin Allah ada di sampingku...memberiku petunjuk....Selemah apapun aku di mata seseorang...Aku dan Dia yang paling tau...kalau aku akan bisa bertahan...insyaAllah...

Bismillah...aku akan memulainya hari ini...

March 12, 2008

HighLight Bulan Ini :)

Pagi ini segar sekali...dingin...brrr...brrr...sisa hujan tadi subuh masih menempel di jalanan dan dedaunan yang segar di kampus nan asri ini. Langkah gontai pun menemaniku berjalan menyusuri gerbang dan lorong-lorong sepi. Yah...sepi...mahasiswa sedang liburan dan semua telah lulus seminar proposal, meskipun 98% lulus dengan revisi.

Seminar proposal, dua minggu belakangan ini kami disibukkan oleh kegiatan ini. Dengan 15 orang bimbingan dan 8 orang yang akan diuji membuat aku tak sempat melakukan hal lain, selain duduk dan mengerjai mereka di ruangan:) *sssttt...kalo mhsw ada yg baca tulisan ini, bisa ketahuan deh...:)*  akyu hobi ngerjain memang. Mulai dari Januar yg super PD, Nuning yg harus dibimbing malah diteror, Jenny yg tomboii, Buana yg cengeng (ternyata, hehe), sampai Hengky yg pintar sehingga tak kami bela sama-sekali...hihihi

Meskipun jadwal yang padat dalam seminggu lebih, tapi aku senang dengan semangat mereka...*semoga tulisan barusan juga ga' baca mhws ku, ntar ge er semua, coz kelas ini punya tingkat kenarsisan yg paling tinggi* hihi

Kembali ke masa liburan semseter, yang menurut sebagian teman di luar menyebutnya masa yang paling santai dan enak untuk dinikmati seorang dosen. Pendapat ini ku terima jika menjadikan dasar "dosen adalah pengajar". Tapi kita semua mengenal istilah Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan hal tadi baru merupakan Dharma yang pertama. Ternyata Dharma yang kedua dan ketiga justru lebih berat...

Nah itu dia, dalam dua minggu ke depan, aku harus menyiapkan kaki dan tenaga ini agar bisa bertahan. Telah dua hari berturut-turut aku menyiksa kaki ini mondar mandir. Dan hingga minggu depan ini pun tenaga plus harus disiapkan. Untungnya semua itu terobati dengan kerja sama yang baik dari tim ku. Waah...hebat temans...makasih ya...

Tapi barusan aku sadar, kelelahan ini masih lebih baik dari kelelahan yang dirasakan sahabatku di EY sana. Semoga tabah ya bu...ga' mandi dan tidur dua hari insyaAllah hasilnya jadi berkah...

Hmm..demikian untuk hari ini, sesaat sebelum pengisian SPT Tahunan teman2 se PCR...ayo hera, kak desi dan tobi...kita tagih kurang bayar nya...hehehe

January 20, 2008

Antara Sedih dan Teruji

Assalamu'alaikum...

Tulisan ini dibuat bukan untuk menggurui, hanya ingin berbagi. Bukan juga untuk menyinggung apalagi melukai perasaan teman-teman, namun semoga bermanfaat utk yang membutuhkan....termasuk akyu :)

Masalah itu begitu berat membebani pikirannya bahkan mempengaruhi ibadahnya. Ia menjadi tidak tenang, shalat tidak khusyu', juga sulit tidur. Kondisi fisiknya tentu jadi ikut terpengaruh. Yah...gadis itu menyampaikan kalau dia ingin sekali menikah...

Siapa yang tak sedih mendengarnya? Secara semua muslimah lajang pasti menginginkannya. Ku juga mencoba memahami perasaannya, kadang keninginan itupun terjadi padaku. Tapi wajarkah jika hal ini mengacaukan segalanya?

Seiring waktu, kita harus makin meyakini Allah bisa menjodohkan hamba-Nya kapan saja. Tapi, seringkali Dia mempunyai rencana lain yang mesti kita ambil hikmahnya sebanyak-banyaknya.

Dikutip dari ummigroup.co.id, aku menyadari menikah bukan prestasi yang harus dibanggakan. Bahagia mungkin benar, karena ia adalah anugrah istimewa. Tapi merasa bangga dan lebih baik dibanding orang lain, jelas tidak tepat. Apalagi dianggap segala-galanya -> semoga Allah menjauhkan kita dari sikap ini, amin.

Aku gemas mendengar seseorang  berujar kepada muslimah yang usianya jauh lebih tua namun belum berkeluarga, ''Wah, kalau gitu saya dong yang harusnya dipanggil 'Mbak'. Anak saya kan sudah tiga.'' Aku aja tidak nyaman dengan ucapannya, apalagi yang bersangkutan? Ku tak tahu, apakah ia sudah kehilangan kepekaan? Atau, memang begitu sifat manusia yang kerap di 'uji' dengan berbagai kemudahan dari Allah?

Surat Al-Kahfi ayat 46: ''Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik di sisi Tuhanmu, serta lebih baik untuk menjadi harapan.''

Manusia boleh berharap banyak tapi tidak selalu bisa memilih. Seandainya bisa pasti ia akan memilih yang 'enak-enak' berdasarkan nafsunya. Inilah bagian dari mengimani takdir. Dalam masalah jodoh, perspektif iman harus senantiasa dikedepankan. Banyaknya muslimah yang belum menikah pada usia matang harus disikapi secara arif. Selain harus dicari solusinya, muslimah sebaiknya melakukan pembekalan diri.

Semuanya tergantung kepadanya, apakah ia akan memandang sebagai ujian ataukah kelemahan? Jika ujian, maka mencari hikmah sebanyak-banyaknya akan lebih berkesan dan membahagiakan daripada mencemaskannya. Jika dianggap kelemahan, tidak akan ada yang didapat selain perasaan tertekan. 

Sekali lagi, tulisan ini dibuat bukan untuk menggurui, hanya ingin berbagi. Bukan juga untuk menyinggung apalagi melukai perasaan teman-teman, namun semoga bermanfaat utk yang membutuhkan....termasuk akyu :D

Disadur dari ummigroup.co.id.

Wassalam

January 13, 2008

yang Kurindukan

Bolehkah aku sekedar mengenang masa lalu yang tiba-tiba terlintas dalam anganku?

Masa lalu yang pernah singgah dihidupku...

Sekitar enam setengah tahun yang lalu...

Dimana hari-hari ku sempat dibuatnya bahagia...

Dia memotivasiku untuk selalu optimis, tapi dia juga sanggup membuatku lengah...

Dia bisa membuatku kreatif mendadak, namun dia juga bisa membuatku kehilangan arah...

Dia juga bisa membuatku tertawa...riang sekali...melakukan hal aneh yang tak pernah terpikirkan olehku...

Dan yang pasti, saat ini aku merindukannya...

Yah...aku rindu pada "liburan..."

Liburan...baru kusadari kalau hampir terlupakan kapan aku merasakan nikmatnya liburan panjang sejak 6,5 tahun yang lalu. Mungkin terakhir kali terjadi di tahun 2001, masa menunggu hasil UMPTN yang membuat skedulku mendadak santai setelah sibuk bimbel intensif...

Setelah itu, liburan kuliah selalu ku isi dengan semester pendek, liburan semester ganjilpun ku isi utk magang di perusahaan...

Begitu lulus kompre yang membuatku jadi pengangguran, liburan itu juga tak kunikmati, karena selang dua minggu kemudian pekerjaan sudah menantiku.

Saat ini, dengan pekerjaan yang baru 2 tahun ini, cuti panjang hampir tak pernah kulakukan, paling lama 5 hari disaat lebaran yg itupun masih terasa kurang...ya...aku sempat lupa...kalo liburan itu sangat berarti :)

Dan di detik ini...aku sangat merindukannya...melupakan semua tanggung jawab ini sejenak, merefresh kembali pikiranku, dan kembali mengatur emosiku yang kadang tak terkontrol akibat kesibukan yang tak dinyana melelahkan :( Dan hingga saat ini, liburan panjang hampir terlupakan rasanya...Maniskah? atua asem? hehe...

Di liburan itu...kadang kursus menjahit, merenda, bahkan mengerjakan prakarya kecil utk hiasan rumahku...kini...selagi ada yg jual kenapa harus repot?...dasar sari !!!

December 05, 2007

Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Saat ini, pepatah itulah yang ada dalam benakku. Hal yang membuat segalanya terabaikan ini sangat menguras tenaga. "Sari...jangan mengeluh nak !!!" nasehat mama kembali terngiang. Jika kita hanya bersandar pada Allah semata, segala yang berat akan terasa ringan.

Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui...

Bisa kah ini terjadi dalam kasusku? Sulit...

Kembali ke sifat asalku "Tak bisa Katakan TIDAK"

Ngantuk, sakit tulang, keram punggung, tak bisa fokus, blank, rada lama loadingnya, dan tak ada semangat...

Itulah dampak yang ku rasakan saat ini. Karena untuk menuju ke satu pulau, tenaga yang terpakai melebihi dua tiga kali dayung...Subhanallah.

Semoga bisa kembali ke kondisi semula,

secapatnya...Kembali ke kondisi sari yang dulu, dengan perasaan yang normal. Dan ternyata...

Ikhlas itu...

Adalah perasaan yang sangat rumit. Karena ikhlas berasal dari hati, tanpa keluhan seperti ini dan tanpa ucapan di bibir semata...Ikhlas, hanya hubungan manusia dengan penciptanya, yang tak akan pernah diketahui oleh makhluk yang lain.

Bingung?

'sama' :(

November 27, 2007

Semalam

Merenung...

Semalam...

Begitu banyak kesalahan...

Banyak tanggung jawab...

Banyak wajah penuh harap...

Semalam...

Mencari mereka yang terlupakan...

Mencari yang dulu pernah hilang...

Dan semalam...

Aku tumbang...

Hampir kalah pada keadaan...

Benarkah ini yang kucari?

Hanya pada-Nya ku kembali...

Semalam...cukup untuk semalam...

Memandang langit..."masih adakah bintang itu?"

antara *bintang kelulusan*, *bintang kekuatan*, dan *bintang penghapus duka*, semua ada ilmu Mu...